PKabar Pulau Liran
Flora dan Fauna Endemik Pulau Liran

Anggrek Liran: Spesies Langka yang Menghiasi Bukit-Bukit Pulau Liran

Anggrek Liran, bunga endemik yang hanya tumbuh di bukit-bukit Pulau Liran, kini menjadi fokus konservasi. Simak keunikan dan upaya pelestariannya hingga 2026.

Anggrek Liran: Spesies Langka yang Menghiasi Bukit-Bukit Pulau Liran

Hal Penting

  • Hanya ditemukan di ketinggian 200–500 mdpl di Pulau Liran
  • Mekar sekali setahun antara April–Juni dengan warna ungu kebiruan khas
  • Ditetapkan sebagai spesies dilindungi oleh Pemda Maluku Tenggara sejak 2024
  • Populasi diperkirakan tersisa 300–500 individu dewasa (data 2025)
  • Menjadi ikon festival budaya Liran yang digelar setiap Mei sejak 2025

Keunikan yang Membuatnya Istimewa

Anggrek Liran (Dendrobium liranense) punya ciri khas yang membedakannya dari anggrek lain di Maluku. Kelopaknya yang berbentuk bintang dengan gradien ungu kebiruan hanya muncul di batang pohon kenari hutan yang sudah tua. Yang menarik, penelitian terbaru (2025) menunjukkan akarnya bersimbiosis dengan jamur endemik yang belum ditemukan di tempat lain. Warga setempat percaya bunga ini sebagai penanda musim tanam padi ladang, karena kemunculannya selalu bersamaan dengan awal musim hujan.

Ancaman dan Upaya Konservasi

Perambahan hutan untuk kebun kelapa dan pencurian bibit oleh kolektor ilegal sempat menurunkan populasi anggrek ini drastis. Sejak 2024, BKSDA Maluku bekerja sama dengan komunitas adat memasang kamera pengintai di habitat alaminya. Program adopsi anggrek juga digalakkan—masyarakat bisa 'mengadopsi' pohon inang dengan donasi mulai Rp150.000/bulan untuk biaya pemantauan. Hasilnya, pada survei 2025 tercatat peningkatan 12% populasi dibanding 2023.

Melihat Langsung di Habitat Asli

Wisatawan bisa menyaksikan Anggrek Liran di Bukit Wairiang dan Bukit Nustabun dengan panduan lokal. Jalur pendakian dibuka terbatas setiap Sabtu-Minggu pukul 06.00–14.00 WIT. Tiket masuk seharga Rp25.000 sudah termasuk pemandu dari kelompok Sadar Wisata Liran. Untuk mencegah gangguan ekosistem, pengunjung dilarang memegang atau mengambil foto dengan flash. Musim terbaik berkunjung adalah Mei–Juni saat bunga bermekaran penuh, bersamaan dengan Festival Anggrek Liran yang menampilkan tarian adat Maku-Maku.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Bisakah Anggrek Liran dibudidayakan di luar habitat aslinya?

Percobaan budidaya di kebun raya Ambon (2024) gagal karena tanaman tidak bisa beradaptasi tanpa jamur simbiosisnya. Saat ini hanya bisa dikembangbiakkan secara in-vitro oleh peneliti LIPI dengan tingkat keberhasilan 40%.

Apa sanksi untuk yang mencuri Anggrek Liran?

Berdasarkan Perda No. 3/2024, pelaku bisa dikenakan denda hingga Rp50 juta dan pidana kurungan 6 bulan, karena termasuk spesies dilindungi kategori kritis.

Apakah ada produk turunan dari Anggrek Liran?

Kelompok perempuan Liran membuat motif batang anggrek pada tenun ikat sejak 2025. Hasil penjualannya dialokasikan untuk dana konservasi.

Bagaimana cara berkontribusi pada pelestariannya?

Selain program adopsi, relawan bisa bergabung dengan komunitas 'Liran Hijau' untuk kegiatan pembersihan jalur pendakian dan pendataan populasi setiap bulan Agustus.